Cinta dan Tuhan

segalanya menjadi mungkin
jika cinta yang berkehendak
tidak!
bukan!
cinta bukanlah Tuhan
walaupun mereka sama-sama metafisik
walaupun mereka sama-sama tak terdefinisi
cinta tetap salah satu ciptaan yang diliputi-Nya
cinta masih sebagian kecil dari eksistensi-Nya
itu jelas

yang kadang-kadang masih gamang
ketika aku mulai mereposisi cinta dan manusia
aku kesulitan
siapa yang menjadi bagian siapa?
siapa yang diliputi siapa?
lalu kubiarkan itu tak terjawab
kemudian sesekali aku berimaji
bagaimana cinta ketika dia empirik?
besarkah?
agungkah?
masih akan terbagikah?

lalu dimana dia akan kutempatkan?
kuhapus saja imaji seketika
teringat cinta dalam wujudnya yang abstrak
mampu membanjiri bumi dengan darah
apalagi yang nyata

semoga saja Dia yang kusebut Tuhan tak menangkap imajiku
sebab sesekali juga
empirisme Tuhan ada di khayalku
cuman tak seperti cinta
sebab Tuhan Maha Besar
tak ada tempat yang bisa meliputiNya
justru Dia yang meliputi tempat
dan sekeras apapun aku mencoba menyusun mozaik-mozaik tentang wujud Tuhan dikepalaku
gelombang keputusasaan dengan volume yang sama tiba-tiba datang membuyarkan semuanya
aku tau Dia Maha Melihat

cinta itu ciptaan dan Tuhan sang pencipta
cinta itu berakhir dan Tuhan kekal Abadi
cinta kadang awal kadang akhir dan Tuhan awal dan akhir
cinta jelas berbeda dari Tuhan
tapi diantara keberbedaan yang sangat gamblang itu ada satu hal yang menjadikan mereka sama
bahwa cinta dan Tuhan itu esa.
dan berada sangat dekat dengan manusia.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s