Lalu Ceritakan Padaku

“kau mencintainya?”

“tidak..”

“sungguh?”

“sungguh aku tidak mencintainya”

“baguslah..”

“kenapa?”

“karena aku sungguh mencintainya..”

“aku tau itu”

“tapi apa  boleh aku memohon sesuatu?”

“apa itu?”

“kumohon.. dekati dia, buat dia bahagia lalu amati setiap inci senyumnya, ajak dia berjalan beriringan lalu genggam tangannya dan jaga langkahnya, jangan sampai dia tersandung apalagi sampai terjatuh, kalaupun dia harus menangis, pinjamkan bahumu untuk sandaran kesedihannya, lalu hapus airmatanya, pelan-pelan saja jangan sampai menyakiti matanya, rekam setiap emosinya sedatar apapun itu, hapal seluruh perkataannya sekasar apapun itu, resap aroma tubuhnya sepeluh apapun itu, hidupi impiannya sampai terkabul sekonyol apapun itu, sekali-kali buat dia rindu tapi jangan terlalu nanti hatinya kelu, berikan kejutan saat dia ulang tahun, dengan lilin, perlakukan dia seperti ratu di satu hari itu, lakukan semua itu, dengan sungguh-sungguh, perlihatkan padanya bahwa kau bersungguh-sungguh, dia tentu butuh itu, buat dia mencintaimu…”

“hah?? lalu??”

“simpan setiap rasa dan cinta darinya dengan detil di kepalamu, lalu ceritakan padaku, karena aku butuh itu..”

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s