Rindu Tak Bernama

seharu rasa rindu yang memuncak,
kau seperti ketukan hujan malam ini,
bunyinya manis, tapi sungguh itu tiris

ada titik serupa bulir,
diujung mata kanan dan kiri,
katanya romantis, tapi sungguh itu miris

mereka mendesak,
bukan untuk keluar,
tapi untuk diberi alasan,
atas nama apa alirannya menyesak
bermuara pada hati yang hanya bersisa jejak

hatiku
yang sudah lama berdebu
tak urung melamur malah berjamur

atas nama apa sepantasnya aku berkilah
kala rindu semata-mata menjarah
kepada siapa entah
mungkin kau yang seperti ketukan hujan malam ini
bunyinya manis tapi miris
mungkin kau yang seperti bulir atau alir
atau titik atau sesak
atau apapun yang bertanya-tanya tentang hatiku yang tinggal jejak

atau mungkin,
kau, yang tak kutemukan satupun ibarat,
kau, yang tak mampu kuwakilkan satupun nama,

hey,
kau,
ya, kau yang ku rindu
seperti apa nantinya kita akan bertemu?

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s