Melankoli Datang Lagi

Melankoli datang lagi
Membawa kekeringan yang membasuh kulit
Selalu saja
Aku tak bisa apa-apa

Ada panas di mata yang mencair
Seperti sakit,
Tak tahu apa obatnya

Entah kenapa rindu mendadak serupa candu
Tak berhenti kusesap, kuisap
tak peduli perih dalam sekap, kudekap

Lama..
Lalu sudah!

Hingga melankoli menjadi dingin dalam cangkir untuk kemudian pulang
Sebab rupanya aku ingin berdua saja dengan lamunan
tanpa rindu candu
tanpa pedih perih
Betapapun sendiri,
Betapapun sepi dan sunyi.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s