Ratapan yang Menggema

Image

Ada ratapan yang terdengar jelas dari siluet yang menjenjangi lorong sempit itu, betapapun rapatnya telingamu kau tutup. Ratapan itu memanggil-manggil. Gemanya memantul senada peluru kehausan mencari dagingmu untuk ditikam dalam-dalam. Tak tahu kapan harus berhenti bahkan jika saja kau benar-benar datang lalu mati dengan tubuh berlubang-lubang tanpa sempat merintih. Sekalipun sempat, rintihanmu akan habis disantapnya tak bersisa.

Tak akan ada yang bisa menang dari ratapan yang menggema. Ia digdaya, dengan kekuatan yang melampaui akal sehat dewa-dewa. Menabuh segala gendang yang dicipta jagad raya. Menggetarkan sudut-sudut jiwa, nama-nama, bahkan semesta.

Barangkali itu alasan ia mengurung diri dalam lorong sempit itu. Sebab ia tahu di sana ada satu kekuatan magis yang bukan tak pernah bisa ia kalahkan, tapi lebih karena tak pernah bisa ia lawan.

Keheningan. Ia mencintainya.

“Berdansalah sendirian, maka kau akan baik-baik saja”

Selalu, cukup bisikan itu saja yang keluar dari hembusan nafas keheningan dan ratapannya yang digdaya menggema akhirnya surut pelan-pelan.

Surut pelan-pelan.

Gambar dan Kutipan dicuri dari Instagram Iit Sibarani
19 september 2009

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s