Kumis dan Holocaust

1933

Sebentar lagi, Adolf akan menaiki podium untuk menyampaikan pidatonya. Ribuan orang menanti untuk menyaksikan secara langsung pengangkatannya sebagai Kanselir.

Di sebuah ruangan, ia terduduk menatap wajahnya lamat-lamat di hadapan cermin.

“Ada yang salah”

Tanpa basa-basi Adolf memberi perintah kepada seorang pesuruhnya.

“Rapikan kumisku”

Takut, si pesuruh melakukan tugasnya dengan gemetar. Alhasil, ia melakukan kesalahan. Bukannya rapi, kumis Adolf sekarang berbentuk kotak.

Adolf yang merasa dipermainkan meraih gunting lalu menikamnya.

*******

Beberapa tahun kemudian, jutaan orang dari ras yang sama dengan pesuruh itu, dibantai atas perintah Adolf. Sebelum menghabisinya, ia sempat menanyakan asal usul si pesuruh.

Adolf barangkali seorang pendendam.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Adolf-HitlerAdolf Hitler  (1889 – 1945)
 Kanselir Jerman sekaligus Ketua Partai NAZI (1934-1945)

Cerita di atas hanya fiktif belaka.
Cerita sesungguhnya terdapat dalam tulisan Alexander Moritz, penulis yang meninggal tahun 1957.
Dalam tulisan tersebut dikatatakan bahwa Adolf Hitler semula memiliki kumis tebal melintang gaya Prusia yang membuatnya terlihat garang. Tetapi ia akhirnya memangkas kumisnya menjadi berbentuk kotak hanya untuk menyesuaikan dengan masker penangkal serangan gas syaraf.

Advertisements
Standard

11 thoughts on “Kumis dan Holocaust

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s