Puisi Piatu

Maaf Dik,
jika kutanam puisi di liangmu.
Kelak buahnya akan ranum di perutmu.
Saat itu kau akan tahu puisi tak butuh ayah,
cukuplah ibu.

Sajak Kecil yang terinspirasi dari Kasus Penyair SS dan RW.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s